27.6 C
Indonesia
Jumat, April 17, 2026

Pasca Banjir 2025, Tokoh Saniang Baka Butuh Pemimpin Cepat, Dukungan Mengarah ke Antri Sopen. 

More articles

Kota Solok, Focuscyber.com — Pasca bencana banjir besar yang melanda Nagari Saniang Baka pada 2025 lalu, kebutuhan akan sosok pemimpin yang cepat, tanggap, dan memiliki jaringan luas menjadi sorotan utama.

Dalam situasi pemulihan yang masih berat, dukungan dari berbagai tokoh masyarakat kini mengarah kepada Drs. Antri Sopen sebagai calon kuat Wali Nagari Pengganti Antar Waktu (PAW).

Sejumlah tokoh Saniang Baka yang berdomisili di Kota Solok secara terbuka menyatakan dukungan mereka. Nama-nama seperti H. Zul Elfian, SH (mantan Wali Kota Solok), Novita Naizar, H. Imran, H. Fitra naldi, hingga tokoh masyarakat lainnya menilai bahwa kondisi saat ini tidak bisa ditangani oleh figur biasa.

Mereka menegaskan, Saniang Baka membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami kondisi lapangan, tetapi juga mampu bergerak cepat dalam mengambil keputusan serta memiliki akses kuat ke berbagai lembaga pemerintahan.

H. Zul Elfian, SH saat wawancara beberapa waktu yang lalu bersama awak media, menilai bahwa salah satu kunci keberhasilan kepemimpinan di tingkat nagari adalah kemampuan membangun koneksi yang luas.

“Jangan kita abaikan, seorang Wali Nagari harus punya koneksi. Tanpa itu, bagaimana bisa melakukan pendekatan ke OPD, pemerintah daerah, hingga para pengambil kebijakan,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi pasca bencana menuntut langkah cepat dan terukur. Tanpa dukungan jaringan yang kuat, proses percepatan pembangunan dan pemulihan akan berjalan lambat dan tidak maksimal.

Senada dengan itu, Novita Naizar (konfirmasi Via WA dengan awak media) , menilai bahwa Drs. Antri Sopen merupakan figur yang memiliki keunggulan dari sisi pengalaman, rekam jejak, hingga gaya kepemimpinan yang diterima berbagai kalangan.

“Kemampuan seseorang dilihat dari rekam jejak. Beliau punya gaya kepemimpinan yang lugas, low profile, dan bisa diterima semua kalangan,” ujarnya.

Novita juga menekankan bahwa kondisi Saniang Baka saat ini tidak dalam situasi normal. Dampak banjir 2025 masih menyisakan persoalan besar, mulai dari rumah warga yang hanyut hingga lahan pertanian yang terbengkalai.

“Ini bukan kondisi biasa. Saniang Baka butuh figur yang gerak cepat. Dampaknya sangat berat, rumah hanyut, sawah terlantar, ini perlu pemimpin yang langsung kerja, bukan menunggu,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kekuatan jaringan yang dimiliki Antri Sopen menjadi nilai strategis dalam mempercepat proses rekonstruksi dan pemulihan nagari.

“Beliau punya koneksi sampai ke DPRD Kabupaten, Provinsi, bahkan pusat. Ini penting untuk memperjuangkan program dan bantuan bagi masyarakat,” tambahnya.

Para tokoh sepakat bahwa momentum pemilihan Wali Nagari PAW ini tidak boleh disia-siakan. Mereka berharap proses berjalan transparan dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.

Dukungan yang terus menguat ini dinilai bukan sekadar dukungan biasa, melainkan refleksi dari kebutuhan mendesak akan kepemimpinan yang tegas, cepat, dan berorientasi pada solusi di tengah kondisi pemulihan pasca bencana.

Kini, harapan masyarakat tertuju pada proses pemilihan Wali Nagari PAW Saniang Baka, dengan satu tuntutan utama: hadirnya pemimpin yang mampu bekerja nyata dan membawa perubahan dalam waktu cepat. (A5)

- Advertisement -spot_img

Latest