22.4 C
Indonesia
Kamis, April 23, 2026

Pemilih Harus Cerdas pada Pemilihan PAW di Nagari Saniang Baka, Jangan Terkecoh Dengan Visi Misi Tertulis.

Must read

Solok, Fokuscyber.com – Pemilihan Pengganti Antar Waktu (PAW) di Nagari Saniang Baka saat ini menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah kandidat mulai bermunculan dengan berbagai latar belakang, mulai dari mantan ASN, mantan lurah, mantan anggota DPRD hingga kalangan pengusaha. Mereka hadir dengan membawa visi dan misi, menawarkan berbagai program demi mendapatkan simpati masyarakat.

Fenomena ini tentu merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Setiap orang memiliki hak untuk mencalonkan diri dan memberikan gagasan bagi kemajuan nagari.

Namun di tengah euforia pencalonan tersebut, masyarakat mulai mempertanyakan satu hal mendasar, yakni sejauh mana para calon benar-benar mengenal masyarakat yang akan mereka pimpin.

Tidak sedikit warga yang merasakan bahwa sebagian calon baru mulai aktif bersosialisasi ketika momentum pemilihan muncul. Sebelumnya, interaksi dengan masyarakat terasa sangat minim. Bahkan muncul ungkapan dari sebagian warga bahwa sebelumnya “entah siapa mereka, entah siapa kita,” karena kedekatan sosial yang tidak pernah terbangun.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi masyarakat sebagai pemilih.

Kepemimpinan di tingkat nagari bukan hanya sekadar jabatan, tetapi soal pengabdian dan kedekatan dengan masyarakat. Seorang pemimpin seharusnya sudah dikenal karena kepedulian dan keterlibatannya dalam kehidupan sosial masyarakat jauh sebelum ia mencalonkan diri.

Di sisi lain, para calon PAW juga harus menyadari bahwa tantangan memimpin Nagari Saniang Baka ke depan tidaklah ringan.

Pasca bencana banjir yang melanda pada tahun 2025, proses pemulihan dan pembangunan kembali nagari tentu membutuhkan kerja keras, komitmen, serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Pemulihan pasca bencana bukan sekadar persoalan program di atas kertas.

Dibutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan membangun jaringan dan hubungan emosional dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan hingga ke tingkat nasional. Tanpa hubungan yang kuat dengan para pengambil kebijakan, akan sulit bagi nagari untuk mempercepat proses pembangunan dan mendapatkan perhatian yang maksimal.

Karena itu, masyarakat tentu perlu mempertimbangkan apakah para calon benar-benar memiliki kapasitas tersebut.

Apakah mereka memiliki rekam jejak dalam politik lokal, pengalaman dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta hubungan yang baik dengan para pemangku kebijakan. Jika hanya mengandalkan retorika tanpa kemampuan nyata, tentu akan menjadi tantangan besar bagi nagari ke depan.

Masyarakat Nagari Saniang Baka tentu tidak ingin kembali mengalami masa stagnasi pembangunan. Sudah lima tahun masyarakat merasakan minimnya pembangunan yang signifikan.

Kondisi ini tentu menjadi pelajaran penting agar ke depan nagari dipimpin oleh sosok yang benar-benar mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Karena itu, pemilihan PAW ini harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih secara cerdas dan bijak. Jangan sampai pilihan hanya didasarkan pada janji atau popularitas semata.

Pilihlah sosok yang benar-benar memahami nagari, memiliki rekam jejak pengabdian, serta mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak demi kemajuan Nagari Saniang Baka di masa yang akan datang.

Pada akhirnya, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh visi dan misi yang hanya tertulis di atas kertas. Lebih penting dari itu adalah kemampuan, pengalaman, serta kedekatan calon dengan masyarakat dan para pemangku kebijakan.

Karena masa depan Nagari Saniang Baka tidak hanya ditentukan oleh kata-kata, tetapi oleh kerja nyata. Jadilah pemilih yang cerdas, dan jangan terkecoh dengan visi misi tertulis. ingat itu. ( A5)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article